Bagaimana Strategi Bank Syariah Dalam Menghadapi Krisis Ekonomi Yang di Akibatkan Oleh Pandemi Covid _ 19
Pandemi Covid-19 : Menguji Bank Syariah Menghadapi Krisis
Pandemi Covid-19 telah menjadi permasalahan serius hampir di seluruh negara di Dunia saat ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa jumlah kematian terkait virus corona di seluruh dunia telah bertambah menjadi 30.105 orang hingga Minggu (29/3) waktu setempat.
Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi global diperkirakan menurun pada kuartal I tahun ini dan akan berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya. Dampak Covid-19 ini tentunya akan juga dirasakan oleh industri perbankan. JP Morgan juga menjelaskan beberapa risiko yang membayangi industri perbankan yaitu penyaluran kredit, penurunan kualitas aset dan pengetatan margin bunga bersih.
mencerminkan adanya ketidakpastian seputar tingkat keparahan dan durasi pandemi corona dan dampaknya terhadap operasional bank-bank di Indonesia. Pandemi Covid-19 ini juga diperkirakan bakal melemahkan sektor perbankan di Indonesia.
Menurut JP Morgan ada tiga risiko yang membayangi industri perbankan dalam masa pandemi covid-19 yaitu penyaluran kredit, penurunan kualitas aset dan pengetatan margin bunga bersih. Dari ketiga risiko tersebut mari kita analisa apakah bank syariah lebih kuat dalam menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 dibandingkan bank konvensional atau malah sebaliknya.
Untuk risiko pertama yaitu penyaluran kredit (pembiayaan), bank syariah maupun bank konvensional akan mengalami kondisi yang sama. Baik bank syariah maupun bank konvensional akan sama-sama mengalami pelambatan penyaluran kredit (pembiayaan).
Sedangkan untuk risiko kedua yaitu penurunan kualitas aset, baik bank syariah maupun bank konvensional akan sedikit terbantu dengan adanya POJK No.11/POJK.03/2020. POJK tersebut akan membantu bank syariah maupun bank konvensional terutama dalam pencadangan penyisihan penghapusan aktiva produktif.
Bank syariah diprediksi akan memiliki keunggulan dibandingkan dengan bank konvensional di risiko ketiga yaitu pengetatan margin bunga bersih.
Komentar
Posting Komentar